Lebih Intim dengan WordPress (Bagian 1)
Kalau kamu sejauh ini cuma memakai WordPress doang, barangkali tulisan ini berguna untuk membedah lebih jauh jeroan WordPress. Tentu saja, hanya sepintas dan umum. Kalau mau lebih detil, silahkan kunjungi situs WordPress, baca-baca di komunitas dan perbanyak latihan ngoprek WordPress. Tulisan ini merupakan ringkasan umum bagaimana Framework WordPress dibangun.
1. Struktur File
Kita sudah biasa melihat file disusun dalam folder-folder tertentu untuk memudahkan pengelolaannta. WordPress pada dasarnya mengikuti pola penyusunan folder yang sama seperti kita biasa menyusun folder di PC kita. Sebagai Authoring Tools, pembagian file WP termasuk sederhana karena hanya menampilkan 3 folder utama.
Struktur folder WP dengan cara sbb :
/wordpress (root): Folder Induk, dimana seluruh file yang akan diupload ditempatkan. Kalau Anda ekstrak ZIP file Wordpres yang Anda unduh, maka didalamnya terdapat folder WordPress sebagai Root Folder. Lantas, dibawahnya terdapat :
/wordpress/wp-admin: Di folder wp-admin seluruh core file WP ditempatkan. File yang ada didalamnya dinamai sesuai dengan tujuan file tersebut. Naming convention ini penting karena WP dibuat oleh banyak programmer di seluruh dunia. Karena itu penamaannya mesti baku dan mudah dipahami. Contoh nama file “edit-category-form.php” berkaitan dengan file untuk mengubah kategori, atau “inline-uploading.php” berhubungan dengan proses upload.
/wordpress/wp-includes: Foder iniberisi file-file yang dipanggil oleh berbagai file WordPress. Karena file dieksekusi dibalik layar kode utama, maka sering disebut fiel include. Untuk WordPress, keompok file ini disebut wp-includes! Didalam folder wp-includes ini terdapat sub-folder untuk javascript dan file instalasi. Penamaan file yang ada di folder ini pun mengikuti kaidah utamanya misalnya “category-template.php”, “comment-template.php”, dan “template-functions-post.php”.
/wordpress/wp-content: Folder ini merupakan folder yang disediakan untuk seluruh isi yang akan dibuat oleh user. Di folder ini lah terdapat folder Themes, Plugins, dan Uploads.
File-file utama yang dijadikan sebagai suatu templates theme WordPress mengikuti aturan yang baku. Ini untuk memudahkan reusability theme maupun pengembangan theme oleh pengguna WordPress. Dengan cara demikianlah pengguna WordPress meningkat dengan pesat sehingga WordPress dapat disebut sebagai Themes and Plugins Driven Framework.
Daftar file-file WordPress theme yang utama antara lain :
- index.php – File ini merupakan layout awal halaman dan merupakan antarmuka halaman dengan isi. Penamaan alternatifnya, terutama sebelum versi 2, antara lain home.php . Sejak versi WordPress 2.1 pengguna dapat menentukan sendiri melalui panel admin apakah mau menggunakan index.php atau home.php.
- single.php – File yang mengandung layout untuk halaman tunggal atau singleposts page. Halaman ini tak lain adalah layout untuk rincian isi suatu artikel atau post.
- page.php – adalah layout untuk halaman statis misalnya halaman profil penulis, kontak, atau halaman arsip.
- 404.php – adalah layout untuk menampilkan pesan kesalahan ketika pengguna mengakses halaman yang sudahtidak ada. 404 merupakan kode kesalahan untuk page not found!
- archives.php – adalah layout untuk halaman arsip dengan susunan harian, bulanan, atau tahunan
- category.php – adalah halaman arsip yang disusun berdasarkan kategori
- sidebar.php – layout untuk bagian samping kiri atau kanan halaman.
- header.php – layout untuk bagian header halaman. Biasanya bagian header berisi logo, judul blog, deskripsi atau navigasi menu.
- footer.php – adalah layout untuk bagian footer setiap halaman. Biasanya digunakan untuk menempatkan nama theme, copyright, tagline powered by WordPress, maupun untuk menu navigasi.
- functions.php – berisi fungsi-fungsi khusus untuk theme Anda, termasuk bagaimana theme ditampilkan. Misalnya apakah theme mempunyai widget atau tidak.
Dari gambaran struktural ini dapat dilihat bahwa WordPress sebagai framework memnuhi kriteria sebagai aplikasi Content management System yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Baik keperluan blogging maupun digunakan sebagai corporate website. Dengan filosofi KISS (Keep It Simple and Smart) serta jangan buang-buang waktu membangun sesuatu yang sudah ada, saya sarankan Anda menggunakan WordPress sebagai aplikasi CMS Anda. (masih bersambung, tapi tunggu ya)
